hemometer

Hemometer: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, dan Cara Pemeliharaan Pada Hemometer

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan terkait materi berupa salah satu alat atau instrumen yang sering digunakan di laboratorium. Alat ini merupakan salah satu alat pemeriksaan penunjang hematologi.

Alat yang akan kami jelaskan kali ini adalah hemometer. Untuk memahami pembahasan ini maka kami akan menjelaskan beberapa poin. Pembahasan yang bertujuan untuk menambah pemahaman kita. Adapun poin-poin pembahasannya:

Definisi Hemometer

Ketika pertama kali mendengar nama alat ini tentu kita bertanya apa sih hemometer itu. Jadi hemometer merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin seseorang.

Hemoglobin adalah komponen dari sel darah berupa protein yang kaya akan, besi yang berperan dalam pemberian warna pada sel darah. Selain itu hemoglobin juga berperan dalam mengikat oksigen.

Nilai rendah yang ditunjukkan pada alat menunjukkan bahwa seseorang mengalami kondisi kekurangan darah atau dikenal dengan anemia.

hemometer

Prinsip Kerja Hemometer

Setelah kita mengetahui definisi dari alat ini, selanjutnya hal yang perlu kita pahami ketika akan menggunakan alat ini adalah prinsip kerjanya. Metode dengan menggunakan alat ini dikenal dengan metode sahli yaitu dengan bantuan senyawa asam klorida hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin atau ferrihemechloride yang akan menimbulkan warna kecoklatan.

Karena reaksi yang dihasilkan dari globin ferroheme akan berubah menjadi ferrihemeh. Karena adanya oksigen dan akan membentuk ferrihemechloride setelah bereaksi dengan ion klorida.

Warna yang terbentuk akan dibandingkan dengan warna pada standar sahli dengan menambahkan aquades setetes demi setetes sampai menunjukkan warna yang setara dengan standar untuk selanjutnya dibaca hasil kadar hemoglobinnya.

Baca:  Pentingnya Penggunaan Fume Hood

Jenis atau Variasi Hemometer

Hemometer saat ini terbagi menjadi dua bagian yaitu hemometer sahli dan hemometer digital atau yang lebih dikenal dengan sebutan touch gchb. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dimana hemometer sahli jauh lebih mudah dan ekonomis akan tetapi spesifitas dari metode ini masih lebih rendah karena bersifat subjektif, artinya mengandalkan mata untuk melihat dan menentukan normal tidaknya HB seseorang.

Sedangkan hemometer digital easy touch gchb memiliki kelebihan seperti akurat, mudah, praktis, dan multifungsional karena bisa menggunakan parameter pemeriksaan lain dan juga bisa digunakan oleh siapapun meskipun tanpa tenaga medis. Hanya saja alat ini masih jarang digunakan karena biayanya yang cukup mahal.

Fungsi Hemometer

Hemometer berfungsi untuk menentukan kadar hemoglobin darah, sehingga dapat membantu indikasi klinis terhadap kondisi pasien yang melakukan pemeriksaan. Misalnya Ketika seseorang memiliki kadar HB rendah atau dibawah nilai normal maka orang tersebut bisa dikatakan terindikasi mengalami anemia.

Bagian-Bagian Hemometer

Setelah mengetahui fungsi dari hemometer sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari alat ini. Hal ini untuk membantu kita secara tidak langsung memahami terkait spesifikasi alat.

Bagian-bagian dari hemometer ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Cara Penggunaan Hemometer

Setelah kita mengetahui terkait definisi, prinsip, fungsi, dan bagian-bagian alatnya selanjutnya hal yang perlu kita pahami adalah terkait cara penggunaan alat ini.

Pada proses penggunaan hemometer ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

  1. Pertama-tama dengan menggunakan desinfektan berupa kapas alkohol 70% ujung jari pasien dibersihkan untuk menghindari kontaminan dari mikroorganisme.
  2. Setelah itu menusuk salah satu ujung jari dengan menggunakan lancet atau autoklik.
  3. Langkah selanjutnya adalah mengusap darah pertama yang keluar pada ujung jari dengan menggunakan tisu.
  4. Kemudian tetes darah berikutnya dihisap dengan menggunakan pipet sahli sampai batas 20 mikroliter.
  5. Selanjutnya darah dimasukkan kedalam tabung sahli yang sebelumnya telah diisi dengan HCL 0,1 N sampai tanda 2. Pada proses ini pipet dibilas dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet sebanyak tiga kali.
  6. Kemudian menghomogenkan darah dengan HCL menggunakan tangkai pengaduk.
  7. Selanjutnya menambahkan tetes demi tetes aquades kedalam tabung sahli sampai warna yang ditampilkan serupa dengan standar sahli.
  8. Langkah terakhir adalah membaca hemoglobin dengan membaca tinggi permukaan cairan pada tabung pengukur atau miniskus kemudian dibandingkan dengan standar pembanding.
Baca:  Reaksi Kimia Proses Perubahan yang Biasanya Menyertainya

Nilai Rujukan Hemometer

Nilai rujukan hemometer pada pria nilai rujukan HB normal adalah 14-16 gram per desiliter, sedangkan pada wanita nilai rujukan untuk HB normal adalah 12-14 gram per desiliter.

Cara Pemeliharaan Hemometer

Setelah alat hemometer digunakan peralatan dicuci dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan sikat tabung khusus alat hemometer. Setelah dicuci alat tersebut dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan di dalam kotak. Hal ini dilakukan untuk mencegah lumut bisa bertumbuh jika keadaan tabung hemometer lembab.

Itulah tadi beberapa penjelasan singkat terkait alat hemometer semoga bermanfaat dan jika Anda sedang membutuhkan furniture laboratorium seperti lemari asam atau meja laboratorium silahkan hubungi kami.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button