Lemari Asam | Jual Lemari Asam | Fume Hood | Meja Laboratorium

Kami Pastikan Lemari Asam Anda Berkualitas Tinggi

Jasa Pembuatan Lemari Asam Murah Berkualitas Tinggi

Tentang kami

lemari asam

Ditsa Cipta Lab Lemari Asam, Jual Lemari Asam / Fume Hood & Meja Laboratorium

Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan Fume Hood / lemari asam. Tidak hanya pembuatan lemari asam kami juga membuat Meja LAB,Laminar Air Floow dan Accesorise Penunjang Laboratory.

Kami melayani pemesanan pengiriman dalam kota maupun luar kota seluruh Indonesia .

Kami siap membantu dalam segi perencanaan atau pengadaan furniture laboratorium baik untuk Industri,Sekolah,Universitas,Rumah Sakit,Fasilitas Pemerintah dan Jasa lab lingkungan.

Sekaligus membantu anda dalam memaksimalkan ruang yang tersedia untuk dijadikan sebuah laboratorium yang aman dan efektif.

Tujuan utama kami yaitu memberi Kepuasan dan Kepercayaan kepada pelanggan kami

 

Layanan Kami

Berikut Ini Beberapa Layanan Dari Kami

Klien Kami

Pengertian Lemari Asam

Lemari asam atau yang biasa juga disebut fume hood adalah perlengkapan dasar sebuah laboratorium. Lemari asam digunakan sebagai tempat untuk pekerjaan di laboratorium, dimana di laboratorium tersebut menghasilkan uap yang apabila terpapar diruangan terbuka akan membahayakan keselamatan pengguna.

Uap yang dimaksud adalah uap-uap yang dihasilkan dari reaksi-reaksi kimia yang biasanya menggunakan larutan asam pekat. Dengan adanya lemari asam ini uap-uap tersebut dapat dikeluarkan dari ruangan laboratorium melalui sistem direct centrifugal fan dan pemipaan lemari asam tersebut.

Salah satu perlatan laboratorium yang biasa ditemukan di laboratorium kimia adalah lemari asam. Fume hood atau sering disebut lemari asam merupakan furniture berukuran besar yang memiliki bentuk seperti meja terisolasi untuk mengurasi efek atau paparan material berbahaya dalam hal ini asam.

Furniture ini digunakan dalam aktivitas kimiawi khusus seperti penggunaan atau campuran bahan-bahan kimia asam-asam kuat antara lain HCI, HNO3, H2SO4, dan lain-lain.

Lemari asam merupakan peralatan ventilasi lokal dengan teknis kerja menghisap gas atau uap berbahaya yang dinetralisir dengan sistem scrubber, kemudian dengan bantuan blower, udara yang sudah bersih dilepas ke lingkungan.

Fungsi Lemari Asam

Selanjutnya fungsi dari lemari asam yaitu secara umum berfungsi untuk menyimpan reagen kimia yang berpotensi membahayakan para tenaga laboratorium apabila disimpan atau bercampur dengan udara luar, sehingga lemari asam sangat berperan penting untuk menjaga kestabilan dari reagen-reagen yang berkonsentrasi tinggi dan yang berpeluang menciptakan kecelakaan kerja.

Prinsip Kerja Lemari Asam

Lemari asam adalah salah satu alat laboratorium khusus untuk tempat penyimpanan reagen-reagen kimia yang mudah menguap, berbahaya, dan beracun. Bahan-bahan ini tidak bisa disatukan dengan sembarang bahan atau reagen yang ada di laboratorium. Adanya tempat khusus bagi reagen kimia ini untuk mencegah terjadinya kemungkinan kecelakaan kerja pada tenaga kesehatan.

Lemari asam memiliki prinsip aliran udara, pada lemari asam harus berfungsi dengan baik seperti ketika proses praktikum. Untuk mengambil reagen kimia yang memiliki konsentrasi pekat maka dapat diambil di lemari asam sehingga pada bagian depan lemari asam bisa dibuka dan udara bisa terhirup ke dalam lemari asam.

Untuk mengatasi masuknya udara tersebut maka pada bagian belakang lemari asam memiliki ventilator untuk mengeluarkan udara yang berasal dari laboratorium dan langsung diteruskan keluar filter penyaring.

Jenis Lemari Asam

Setelah mengetahui definisi lemari asam selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah jenis atau variasi alatnya. Berdasarkan kemampuannya dalam menyalurkan udara pada ruang lemari asam sebagaimana diketahui bahwa proses aliran udara ini sangat penting untuk mencegah bercampurnya udara laboratorium dengan udara pada lemari asam, sehingga lemari asam dibedakan menjadi lemari asam ducting dan lemari asam tanpa ducting.

Lemari asam ducting memiliki saluran khusus untuk mengeluarkan udara keluar dari lemari asam. Sedangkan lemari asam tanpa ducting tidak memiliki saluran pengeluaran udara namun memiliki sumber penyaringan utama dengan menggunakan filter charcoal.

Lemari Asam Ducting

Lemari asam ducting berfungsi menyimpan reagen kimia dengan menjaga kondisi ruangan lemari asam tetap stabil dengan cara ketika udara masuk ke dalam lemari asam maka langsung dikeluarkan melalui saluran pengeluaran udara khusus menuju keluar lab atau penampungan khusus.

Kelebihan dari jenis lemari asam ini adalah mengurangi kemungkinan para pekerja terpapar uapan reagen ketika proses pemipetan reagen dilakukan dan kemungkinan kecelakaan kerja yang akan terjadi sangat kecil.

Lemari Asam Tanpa Ducting

Lemari asam tanpa ducting memiliki fungsi yang sama dengan lemari asam ducting dalam hal penyimpanan reagen yang berkonsentrasi tinggi. Namun, alat ini tidak memiliki saluran udara dan hanya memiliki penyaringan atau filter tertentu berupa charcoal dan penyaringan ini harus tetap dipantau fungsinya dalam menampung uap yang tidak dikeluarkan secara langsung.

Keuntungan jenis ini adalah tidak mencemari atmosfer yang ada pada luar laboratorium.

Bagian-Bagian Lemari Asam

Setelah mengetahui fungsi dari lemari asam selanjutnya sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari lemari asam. Lemari asam memiliki 12 bagian utama sel beserta fungsinya masing-masing yaitu sebagai berikut:

1. Sash, yaitu sebuah pintu yang terbuat dari kaca atau akrilik yang berfungsi untuk membuka atau menutup lemari asam ketika peletakan reagen atau pemipetan reagen.
2. Lighting equipment, merupakan bagian dari lemari asam untuk menerangi ruangan lemari asam.
3. Top table alas atau meja kerja, merupakan bagian terpenting untuk peletakan reagen kimia yang berkonsentrasi tinggi dan terbuat dari phenolic resin yang tahan terhadap bahan kimia.
4. Sink, merupakan bagian khusus yang berfungsi sebagai tempat pencucian alat sehabis uji coba agar tetap bersih.
5. Faucet, merupakan bagian penting berupa keran air untuk proses pencucian dan pembilasan alat.
6. Base cabinet atau storage cabinet, merupakan bagian bawah lemari asam sebagai lemari atau laci penyimpanan bahan kimia lainnya ketika bagian atas telah terisi penuh.
7. Button operating switches, berfungsi untuk pengoperasian lemari asam yang terdiri dari tombol On atau Off stop kontak power lem.
8. Side wall, berfungsi sebagai pembatas antara udara luar dengan udara di laboratorium berupa dinding yang tahan terhadap uap dan tumpahan bahan kimia yang terbuat dari polipropilena.
9. Air flow velocity, berfungsi untuk mengatur kecepatan aliran udara.
10. Buffle, berfungsi untuk mengatur aliran udara agar dapat terhisap dengan efektif oleh blower.
11. Ducting, berfungsi sebagai aliran udara berupa sebuah pipa untuk mengeluarkan udara.
12. Blower, merupakan sebuah alat yang berfungsi menghisap udara dan membuangnya keluar.

Cara Penggunaan Lemari Asam

Selanjutnya setelah kita mengetahui definisi, prinsip, fungsi, variasi, dan bagian-bagian alat selanjutnya untuk pemipetan menggunakan alat ini maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
– Pertama-tama praktikan yang akan melakukan pemipetan harus menggunakan APD yang lengkap berupa masker dan sarung tangan yang tidak terbuat dari bahan yang mudah meleleh dan tentunya jas laboratorium.
– Kedua, lemari asam disambungkan ke arus listrik.
– Kemudian menyalakan blower dan lampu lemari asam.
– Lalu menaikkan pintu lemari asam ketika akan melakukan pemipetan, posisi pintu lemari asam tidak melewati area wajah praktikan atau tenaga laboratorium.
– Setelah proses pemipetan telah selesai dilakukan, selanjutnya menutup kembali pintu lemari asam.
– Setelah proses pemipetan selesai maka blower dan lampu dimatikan dan mencabut aliran listrik.

Cara Merawat Lemari Asam

Terakhir untuk menjaga lemari asam tetap berfungsi dengan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengikuti SOP penggunaan alat seperti melepas arus listrik setelah penggunaan lemari asam pada pemipetan sejumlah larutan pekat tertentu.

Namun, apabila lemari asam ketumpahan reagen pekat maka kita bisa mengatasinya dengan cara pembersihan dan perawatan menggunakan reager tertentu.

Contoh pada kasus jika terdapat tumpahan reagen yang bersifat asam maka digunakan reagen yang bersifat basa untuk menetralisir area agar tidak terjadi reaksi yang berkelanjutan. Begitupun sebaliknya, jika terdapat tumpahan reagen yang bersifat basa maka digunakan reagen yang bersifat asam untuk menetralisirnya. Setelah itu larutkan dengan air dan bersihkan menggunakan kain lap.

Itulah tadi beberapa penjelasan singkat terkait alat atau instrumen yang digunakan untuk menyimpan reagen-reagen yang berkonsentrasi tinggi yaitu lemari asam, Semoga bermanfaat. Jika Anda ingin memiliki lemari asam segera hubungi kami.

FAQ

Lemari asam adalah alat laboratorium yang dirancang untuk melakukan percobaan menggunakan zat kimia tertentu untuk penelitian reaksi kimia. Lemari asam di desain dengan ventilasi khusus yang dapat meredam reaksi kimia berupa gas atau yang lainnya agar tidak menyebar ke udara dan membahayakan lingkungan.

  • Sebagai tempat reaksi bahan kimia mudah menguap dan mengandung gas berbahaya.
  • Sebagai perantara untuk memindahkan bahan kimia yang berkonsentrasi tinggi.
  • Menyimpan zat kimia yang bersifat asam berkonsentrasi tinggi.

Dalam lemari asam dikatakan baik apabila :

  • Tahan terhadap bahan kimia organik, seperti pelarut organik.
  • Tahan terhadap bahan kimia korosif, seperti asam dan basah.
  • Tahan terhadap ledakan.

Lemari asam ini ada 6 hal yang harus diperhatikan :

  1. Tidak boleh menyimpan bahan kimia di samping lemari asam.
  2. Memastikan sliding window dalam kondisi tertutup ketika tidak digunakan dan dibuka secukupnya ketika sedang digunakan.
  3. Tidak boleh memasukkan kepala ke lemari asam karena akan sangat membahayakan.
  4. Memastikan kondisi lemari asam dalam keadaan baik dan bersih ketika akan digunakan dan sedang digunakan.
  5. Menghindari penggunaan bahan patogen dan mikroorganisme di dalam lemari asam.
  6. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi lemari asam minimal satu tahun sekali.
  1. Sambungkan kabel lemari asam ke sumber listrik, Blower dan lampu akan menyala secara otomatis.
  2. Sliding window dibuka setinggi bahu agar saat mereaksikan bahan kimia percikan tidak mengenai wajah lalu pereaksian larutan kimia dapat segera dilakukan.
  3. Jika pekerjaan akan ditinggalkan, turunkan sliding window maksimal 10 Cm dari meja lemari asam.
  4. Apabila proses pekerjaan telah selesai sliding window di naikkan kembali setinggi bahu.
  5. Setelah itu bersihkan lemari asam menggunakan lap kering lalu basuh menggunakan lap basah, kemudian lap kembali menggunakan lap kering hingga kering.
  6. Setelah itu turunkan sliding window hingga permukaan meja lemari asam.
  7. Cabut sambungan kabel lemari asam dari sumber listrik.
Ditsa Cipta lab

Dapatkan Konsultasi Gratis Dari Kami