Autoklaf

Autoklaf: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Pada Autoklaf

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan terkait materi berupa salah satu alat atau instrumen yang sering digunakan di laboratorium alat ini sangat lumrah ditemukan pada praktikum mikrobiologi dengan tujuan sterilisasi alat, alat yang akan kami jelaskan kali ini adalah Autoklaf.

Autoklaf
Autoklaf

Untuk memahami materi ini maka kami akan menjelaskan beberapa poin pembahasan yang bertujuan untuk menambah pemahaman kita, Adapun poin-poin pembahasannya adalah:

Prinsip Kerja Autoklaf

Autoklaf adalah sebuah alat yang paling banyak digunakan utamanya pada bidang mikrobiologi, alat ini digunakan untuk mensterilisasikan alat atau bahan dengan menggunakan uap yang bertekanan 2 atm pada suhu 121 derajat Celcius selama 15 menit.

Proses sterilisasi baru akan dimulai pada saat Autoklaf telah disambungkan pada arus listrik dan air yang ada pada Autoklaf lama-kelamaan akan mendidih dan mendesak udara pada Autoklaf sehingga akan berubah menjadi uap.

Kondisi ini dipertahankan sampai tekanan meningkat dengan cara katup Autoklaf ditutup untuk meningkatkan tekanan Autoklaf proses.

Proses sterilisasi ini dimulai pada saat suhu dan tekanan telah mencapai angka tertentu, bersamaan dengan ini maka setelah itu timer akan mulai menghitung mundur.

Setelah proses sterilisasi selesai, sumber arus listrik dipadamkan dan tekanan ditunggu sampai mencapai titik nol.

Untuk mengetahui tekanan pada Autoklaf dapat diamati dengan melihat pada pressure gauge yang terdapat pada kepala penutup Autoklaf. Selain itu ketika suhu terlalu tinggi maka uap dapat dibuang dengan menggunakan Control valve yang juga berperan sebagai pengaman.

Baca:  Kasa Steril: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaan Kasa Steril

Control valve akan terbuka otomatis, selain itu seorang tenaga kesehatan tidak dianjurkan membuka Autoklaf sebelum mencapai tekanan nol.

Hal ini dikarenakan Autoklaf yang belum stabil tekanannya setelah selesai digunakan dan dapat memicu terjadinya ledakan sehingga bisa menimbulkan kecelakaan kerja.

Jenis atau Variasi Autoklaf

Autoklaf yang merupakan alat sterilisasi yang memiliki jenis atau variasi didasarkan atas perbedaan cara menghilangkan udara pada proses sterilisasi, sehingga alat ini dibedakan menjadi empat jenis Autoklaf.

Prevacuum atau Highvacuum Autoclave

Prevacuum atau Highvacuum Autoclave
Prevacuum atau Highvacuum Autoclave

Jenis Autoklaf ini menggunakan waktu 8 sampai 10 menit di mana proses kerjanya adalah mengeluarkan seluruh udara terlebih dahulu lalu uap akan dimasukkan ke dalam Autoklaf pada saat keadaan vacuum uap akan meningkat dan mengenai seluruh alat atau bahan yang disterilkan.

Jenis Autoklaf ini bekerja pada suhu 132 sampai 135 derajat Celcius selama 3 sampai 5 menit.

Gravity Displacement Autoklaf

Gravity Displacement Autoklaf
Gravity Displacement Autoklaf

Autoklaf jenis ini memanfaatkan gaya gravitasi di mana udara akan beralih menuju ke bagian bawah dan keluar dari Autoklaf, sehingga yang memenuhi ruang Autoklaf hanyalah uap saja.

Proses sterilisasi dengan jenis Autoklaf ini baru akan dimulai pada saat suhu meningkat yaitu pada kisaran 121 sampai 134 derajat Celcius dalam waktu 10 sampai 30 menit.

Steam Flush Pressure

Steam Flush Pressure
Steam Flush Pressure

Untuk jenis Autoklaf ini menggunakan aliran uap maupun dorongan tekanan diatas tekanan atmosfer melalui rangkaian yang berulang. Mengenai waktu siklus dalam Autoklaf ini tergantung benda yang disterilisasi.

General Autoclave

Autoklaf
Autoklaf

Autoklaf jenis ini yang paling sering ditemukan di laboratorium umum, Autoklaf ini menggunakan uap bertekanan 2 atm pada suhu 121 derajat Celcius selama 15 menit.

Fungsi Autoklaf

Fungsi dari Autoklaf yaitu sebagai wadah sterilisasi, sterilisasi berarti sebuah proses untuk mematikan atau membunuh mikroorganisme yang ada pada alat dan bahan, sehingga nantinya bahan atau alat yang disterilisasi menjadi steril atau bebas dari Mikroorganisme.

Baca:  Tabung Reaksi: Pengertian, Fungsi, Ukuran, Cara Penggunaan, dan Cara Membersihkan Tabung Reaksi

Dengan memanfaatkan suhu tertinggi dan tekanan tertentu pada alat sehingga nantinya air akan mendidih dan berubah menjadi uap yang memenuhi seluruh isi dari Autoklaf, sehingga alat atau bahan yang akan digunakan benar-benar steril.

Bagian Autoklaf

Setelah mengetahui fungsi dari Autoklaf sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari alat ini, hal ini untuk membantu kita secara tidak langsung memahami terkait spesifikasi alat.

Adapun bagian-bagiannya:

Bagian Autoklaf
  1. Tombol pengatur waktu (Timer)
  2. Katup pengeluaran uap
  3. Pengatur tekanan
  4. Klep pengaman
  5. Tombol On-Off
  6. Termometer
  7. Lempeng sumber panas
  8. Aquades
  9. Sekrup pengaman
  10. Batas penambahan air

Autoklaf yang tersusun atas beberapa bagian-bagian di atas memiliki fungsinya masing-masing seperti:

Elemen pemanas atau heater yang tersusun atas kumparan atau lilitan kawat tembaga yang berperan dalam mengubah energi listrik menjadi energi kalor.

Selain itu ada juga pompa vakum yang berfungsi dalam menghisap udara atau uap yang ada pada Chamber, ketika sterilisasi selesai maka uap panas akan segera hilang.

Timer yang berfungsi untuk mengatur lamanya proses sterilisasi yang akan bekerja otomatis pada saat sumber arus listrik dipasang ke Autoklaf.

Serta Pressure gauge yang berfungsi untuk mengontrol tekanan pada Autoklaf.

Cara Kalibrasi Autoklaf

Untuk mengetahui apakah alat Autoklaf berfungsi dengan baik atau tidak maka kalibrasi dapat dilakukan dengan cara menguji mikroba yang bersifat termofilik dan memiliki Endospore yaitu Basilus thermophilus.

Dalam bentuk kertas spora strip dimasukkan ke dalam Autoklaf dan disterilkan, setelah selesai spora tersebut diuji dengan menanam menggunakan media.

Apabila media yang telah diinkubasi tersebut tidak menunjukkan adanya pertumbuhan mikroorganisme maka dapat dipastikan bahwa Autoklaf yang digunakan benar-benar sudah bebas dari mikroorganisme.

Cara kalibrasi Autoklaf secara spesifik dapat dilakukan dengan mengikuti tahapan-tahapan berikut ini:

  1. Mengatur suhu, waktu, dan tekanan Autoklaf.
  2. Menghidupkan Autoklaf.
  3. Setelah proses Autoklaf selesai maka proses selanjutnya adalah mengambil bakteri Bacillus stearothermophilus dan ditanam pada media agar darah dan diinkubasi pada suhu 40 sampai 60 derajat Celcius selama 24 sampai 48 jam.
  4. Proses sterilisasi dapat dikatakan berjalan baik apabila tidak ada pertumbuhan basilus thermophilus pada media agar darah hal ini juga menunjukkan bahwa Autoklaf benar-benar bisa berfungsi dengan baik.
Baca:  Pentingnya Keselamatan Kerja di Dalam Laboratorium

Cara Pemeliharaan Autoklaf

Untuk menjaga Autoklaf tetap dalam keadaan yang utuh sebelum dan setelah penggunaan maka beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah:

  1. Mengikuti standar operasional prosedur penggunaan Autoklaf.
  2. Bahan atau alat yang akan disterilisasi dibungkus dengan baik.
  3. Mencabut aliran listrik setelah Autoklaf digunakan.
  4. Pengurasan air pada Autoklaf setelah digunakan.

Itulah tadi beberapa penjelasan terkait Autoklaf baik dari prinsip kerja, jenis, fungsi, bagian, cara penggunaan, cara kalibrasi, dan cara pemeliharaan pada Autoklaf, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang membutuhkan furniture custom seperti lemari asam, meja laboratorium, dan lain sebagainya, silahkan hubungi kami.

Sumber: Uda Tutor

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.