Urinometer

Urinometer: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Nilai Normal, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Pada Urinometer

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan terkait materi berupa salah satu alat atau instrumentasi yang sering digunakan di laboratorium untuk pemeriksaan parameter kesehatan tertentu yaitu Urinometer.

Urinometer
Urinometer

Untuk mengetahui lebih jauh terkait alat ini maka kami akan menjelaskan beberapa poin terkait alat ini dengan tujuan untuk menambah pemahaman kita, adapun poin-poin yang akan kami jelaskan adalah:

Prinsip Kerja Urinometer

Ketika pertama kali mendengar nama alat ini tentu kita bertanya apa sih Urinometer? Jadi Urinometer merupakan alat yang digunakan untuk melakukan salah satu parameter pemeriksaan kimiawi dari Urine, yaitu berupa berat jenis Urine atau dikenal dengan (BJ).

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui berfungsi atau tidaknya ginjal atau saluran kemih secara baik.

Dalam hal ini berat jenis didefinisikan sebagai rasio kepadatan dari Urine dibandingkan dengan volume air suling dan suhu.

Berat jenis digunakan sebagai indikator pemekatan Urine dimana ketika terdapat gangguan di dalam ginjal maka dapat menghilangkan fungsi ini.

Prinsip Kerja Urinometer

Setelah memahami definisi dari Urinometer selanjutnya kita harus memahami terkait bagaimana prinsip penggunaan alat ini. Pada prinsipnya berat jenis Urine diukur dengan alat yang memiliki skala 1000-1060, dimana temperatur Urine berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh.

Kemudian Urinometer dimasukkan ke dalam gelas ukur sampai batas 2/3, setelah itu berat jenis dari Urine diukur.

Metode berat jenis Urine berkorelasi dengan warna Urine sehingga dapat digunakan untuk penilaian kecukupan air atau status hidrasi.

Baca:  Mikrometer Sekrup: Pengertian, Fungsi, Jenis, Bagian, Cara Penggunaan, dan Cara kalibrasi Mikrometer Sekrup

Jenis atau Variasi Urinometer

Secara umum alat ini dibedakan menjadi Urinometer manual dan Urineomoter otomatis/elektronik, seperti pada gambar dibawah ini.

Urinometer Manual
Urinometer Manual
Urinometer Manual
Urinometer Manual

Secara khusus Urinometer manual jauh lebih lumrah digunakan dilaboratorium yang berfungsi untuk menghitung berat jenis dari Urine dengan melakukan penampungan Urine diwadah tertentu lalu memasukkan alat Urinometer kedalamnya setelah itu membaca miniskus bawah.

Sedangkan untuk Urinometer elektronik digunakan juga untuk memeriksa output Urine untuk memeriksa vital seseorang yang menjalani serangkaian kompleks operasi.

Sehingga Urinometer elektronik digunakan pada kondisi ini dengan kelebihan bisa memantau vital dari pesien sekaligus.

Fungsi Urinometer

Fungsi dari Urinometer yaitu alat yang berfungsi sebagai pengukur berat jenis pada Urine. Berat jenis Urine merupakan salah satu barometer yang digunakan untuk pemeriksaan faal ginjal melalui produksi Urine yang keluar dari tubuh.

Adanya penurunan fungsi ginjal akan ditampakkan pada rendah tidaknya skala yang ada pada Urinometer dengan membandingkannya dengan nilai normal.

Bagian-Bagian Urinometer

Setelah mengetahui fungsi dari Urinometer sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari Urinometer.

Bagian Urinometer

Pada gambar ini kita bisa mengamati bahwa Urinometer memiliki tiga bagian utama yang terdiri atas:

Stem

Stem adalah bagian dari Urinometer yang memiliki skala angka pada dindingnya, berfungsi untuk menentukan skala BJ pada Urine yang diperiksa. Skala yang tertera yaitu mulai dari 1000 sampai 1060.

Float

Float adalah bagian dari Urinometer yang pada ruangnya memiliki udara berperan sebagai pembatas antara Stem dan Weight.

Weight

Weight adalah bagian bawah dari Urinometer yang berfungsi sebagai pemberat ketika dimasukkan ke dalam gelas ukur yang berisi Urine.

Cara Penggunaan Urinometer

Setelah mengetahui definisi, prinsip, fungsi, variasi, dan bagian-bagian Urinometer, selanjutnya untuk melakukan pengukuran berat jenis Urine menggunakan alat ini maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:

  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  2. Setelah itu sebelum Urinometer digunakan terlebih dahulu dilakukan kalibrasi alat.
  3. Setelah alat menunjukkan angka 1000 maka alat bisa digunakan.
  4. Kemudian memasukkan Urine yang akan diperiksa ke dalam gelas ukur sampai mencapai 2/3 bagian atau secukupnya.
  5. Lalu mengukur suhu dari Urine dengan Termometer.
  6. Lalu memperhatikan gelas ukur, apabila ada busa yang nampak maka dihilangkan dengan menggunakan kertas saring.
    Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan perhitungan berat jenis.
  7. Selanjutnya memasukkan tangkai Urinometer ke dalam gelas ukur dengan menggunakan ibu jari.
    Ujung Urinometer diputar untuk menghindari menempelnya alat ini pada dinding gelas ukur.
  8. Terakhir tangkai yang berada pada gelas ukur mengapung, usahakan Urinometer tidak menyentuh dinding gelas ukur untuk menghindari kesalahan pembacaan miniskus.
  9. Perlu diingat bahwa membaca skala Urinometer dengan melihat miniskus bawah.
Baca:  Senyawa Organik: Sejarah, Pengertian, dan Jenis Senyawa Organik

Nilai Normal Pemeriksaan Berat Jenis Urine dengan Urinometer

Setelah melakukan tahap pemeriksaan berat jenis dengan Urinometer maka nilai normal yang ditunjukkan oleh alat Urinometer adalah skala 10003-1030 menandakan bahwa berat jenis pada Urine yang diperiksa masih berada dalam kadar normal, yang menjadi tanda vital bahwa ginjal masih berfungsi dengan baik.

Cara Kalibrasi Urinometer

Kalibrasi Urinometer adalah suatu tindakan untuk mengukur apakah alat yang digunakan bisa menunjukkan hasil yang tepat atau akurat. Kalibrasi pada Urinometer dilakukan sebelum melaksanakan pemeriksaan berat jenis Urine.

Berikut ini beberapa langkah yang dilakukan untuk mengkalibrasi Urinometer:

  1. Persiapkan alat dan bahan kalibrasi berupa Urinometer, Gelas ukur, dan Air suling.
  2. Kemudian mengisi Gelas ukur dengan Air Suling sampai ¾ ruang Gelas ukur.
  3. Lalu memasukkan Urinometer ke dalam Gelas ukur dengan cara memutar tangkai Urinometer.
  4. Selanjutnya melihat miniskus dengan mata yang sejajar pada skala di Urinometer setelah dicelupkan.
  5. Setelah air destilasi pada suhu 20 derajat Celcius Ketika menunjukkan miniskus berada pada skala 1000 berarti alat yang akan digunakan memiliki akurasi yang tepat sehingga bisa dilanjutkan untuk pemeriksaan berat jenis urine.

Cara Pemeliharaan Urinometer

Untuk menjaga Urinometer tetap dalam keadaan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah dengan membersihkan Urinometer dan Beaker glass yang telah digunakan menggunakan sabun dan air, setelah itu meletakkannya ditempat yang kering atau bebas dari debu.

Itulah tadi beberapa penjelasan singkat terkait alat laboratorium Urinometer baik dari prinsip kerja, jenis, fungsi, bagian, cara penggunaan, nilai normal, cara kalibrasi, dan cara pemeliharaan pada Urinometer yang sering digunakan didalam laboratorium untuk pemeriksaan berat jenis Urine, semoga bermanfaat.

Baca:  Pentingnya Keselamatan Kerja di Dalam Laboratorium

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.