Tabung Wintrobe

Tabung Wintrobe: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Nilai Normal, dan Cara Pemeliharaan Pada Tabung Wintrobe

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan terkait materi berupa salah satu alat atau instrumen yang sering digunakan di laboratorium, alat ini sangat lumrah ditemukan pada pemeriksaan penunjang nilai Hematokrit dan pemeriksaan laju endap darah. Adapun alat yang akan kami jelaskan yaitu Tabung wintrobe.

Untuk memahami materi ini maka kami akan menjelaskan beberapa poin pembahasan yang bertujuan untuk menambah pemahaman kita, adapun poin-poin pembahasannya adalah:

Definisi Tabung Wintrobe

Tabung Wintrobe
Tabung Wintrobe

Ketika pertama kali mendengar nama alat ini tentu kita bertanya apa sih Tabung wintrobe itu? Jadi Tabung wintrobe adalah alat yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan penunjang hematologi.

Alat ini bisa digunakan sebagai metode macro untuk menghitung nilai Hematokrit dan juga dapat digunakan untuk menghitung nilai laju endap darah seseorang di mana pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya inflamasi yang mempengaruhi eritrosit dalam darah.

Semakin tinggi endapan yang terbentuk maka semakin tinggi nilai laju endap darah seseorang.

Prinsip Kerja Tabung Wintrobe

Setelah kita mengetahui definisi dari alat ini selanjutnya hal yang perlu kita pahami ketika akan menggunakan alat ini adalah prinsip kerjanya. Dengan mengetahui prinsipnya maka ini bisa memudahkan kita didalam penggunaan alat. Selain itu kita juga bisa mencegah kesalahan-kesalahan fatal pada penggunaannya.

Berdasarkan penggunaannya Tabung wintrobe memiliki dua prinsip kerja berkaitan dengan pemeriksaan tertentu yang dilakukan dengan menggunakan alat ini. Adapun prinsip kerjanya:

  1. Pada pemeriksaan Hematokrit darah EDTA dimasukkan ke dalam Tabung wintrobe sampai mencapai batas 100 mm.
    Setelah itu disentrifus selama 30 menit dengan kecepatan 3000 RPM.
    Kemudian dilihat padatan yang terbentuk yang dinyatakan dalam persen dari volume persen sebelumnya.
  2. Pada pemeriksaan laju endap darah (LED) penggunaan Tabung wintrobe adalah dengan menggunakan campuran darah vena dengan Ethylen Diamine Tetra Acetic Acid (EDTA) dan dimasukkan ke dalam Tabung wintrobe dengan menggunakan pipet sampai darah mencapai angka 0 pada tabung.
    Lalu diletakkan pada Tabung wintrobe, kemudian didiamkan selama 1 jam.
    Setelah itu dilakukan pembacaan hasil laju endap darah (LED) pasien.
Baca:  Gelas Beaker: Pengertian, Fungsi, Cara Penggunaan, Cara Membersihkan, dan Cara Menyimpan Gelas Beaker

Jenis atau Variasi Tabung Wintrobe

Jika pada umumnya instrumen laboratorium lainnya memiliki jenis atau variasi alat hal ini berbeda dari Tabung wintrobe, karena pada Tabung wintrobe tidak memiliki variasi alat dari segi bentuk, ukuran, maupun bahan pembentuk alat ini.

Adapun bentuk umum dari Tabung wintrobe adalah terbuat dari kaca memiliki diameter 2,5 sampai 3 mm dengan panjang 100 mm skala interval 1 mm.

Namun terkait dari variasi alat ini bisa dilihat dari merek-merek yang berbeda tergantung dari perusahaan produksi alat tabung ini.

Fungsi Tabung Wintrobe

Fungsi dari Tabung wintrobe dilihat dari segi jenis pemeriksaannya yaitu untuk menghitung nilai Hematokrit pasien atau menghitung nilai laju endap darah pasien. Nilai Hematokrit adalah nilai seluruh eritrosit dalam 100 mili darah.

Meskipun alat ini tidak bisa untuk mendeteksi jenis penyakit namun bisa menjadi pemeriksaan penunjang pada pemeriksaan nilai Hematokrit dengan menggunakan darah Ethylen Diamine Tetra Acetic Acid (EDTA) dan Antikoagulan yang dimasukkan ke dalam Tabung wintrobe.

Serta bantuan sentrifus yang digunakan untuk mendapatkan endapan yang selanjutnya akan dinilai dalam bentuk persen.

Selain itu alat ini juga bisa digunakan untuk menghitung nilai laju endap darah pasien untuk mengetahui adanya inflamasi pada darah atau eritrosit yang menyebabkan pengendapan pada Tabung wintrobe yang dinyatakan dalam mm per jam.

Bagian-Bagian Tabung Wintrobe

Setelah mengetahui fungsi dari Tabung wintrobe sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagiannya, hal ini untuk membantu kita secara tidak langsung memahami terkait spesifikasi alat dan juga cara pembacaan hasil seperti pada gambar dibawah ini.

Bagian-Tabung-Wintrobe

Kita bisa mengamati alat yang digunakan untuk pemeriksaan penunjang Hematokrit dan pemeriksaan penunjang laju endap darah ini memiliki spesifikasi alat yang berbentuk tabung terbuat dari kaca tebal dengan panjang 10 cm dan diameter dalamnya 2,5 sampai 3 mm.

Baca:  Autoklaf: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Pada Autoklaf

Garis mm yang terdapat pada permukaan tabung bertandakan 0-100. Selain itu alat ini juga memiliki rak tabung khusus yang sesuai dengan tinggi Tabung wintrobe.

Cara Kerja Tabung Wintrobe

Setelah kita mengetahui terkait definisi, prinsip, fungsi, dan bagian-bagian Tabung wintrobe, sebelumnya kami sudah menjelaskan bahwa fungsi dari alat ini ada dua yaitu untuk perhitungan nilai Hematokrit dan perhitungan laju endap darah (LED).

Sehingga untuk melakukan pengukuran Hematokrit atau laju endap darah menggunakan alat ini ada beberapa langkah khusus yang harus dilakukan.

Langkah kerja Tabung Wintrobe Pada Pemeriksaan Nilai Hematokrit

Hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan alat yang dibutuhkan.
  2. Membendung lengan pasien dengan menggunakan Tourniquet.
  3. Melakukan perabaan pada lengan untuk memastikan area Vena yang akan ditusuk.
  4. Mendesinfeksi area yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas Alkohol 70%.
  5. Menusukkan Spoit pada area Vena mediana cubiti dengan sudut 45 derajat Celsius.
  6. Setelah darah terlihat pada ujung Spoit, Tourniquet pada lengan dilepas dan menarik ujung atas Spoit untuk mengambil darah sesuai yang dibutuhkan.
    Apabila telah selesai, menarik dengan pelan Spoit keluar dari lengan dengan ujung Spoit diberikan kapas agar darah tidak keluar.
  7. Lalu darah yang telah terambil kemudian diletakkan pada botol penampung yang telah berisi EDTA 10% dengan perbandingan 1 mili darah dan 0,01 ml EDTA 10% campur hingga Homogen.
  8. Selanjutnya memasukkan darah yang telah Homogen ke Tabung wintrobe. Kemudian Tabung wintrobe disentrifus dengan kecepatan 3000 Rpm dalam waktu 30 menit.
  9. Setelah selesai maka hasil Hematocrit sudah bisa ditentukan dengan (%).

Langkah kerja Tabung Wintrobe Pada Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Adapun beberapa langkah yang harus dilakukan:

  1. Siapkan alat yang dibutuhkan.
  2. Membendung lengan pasien dengan menggunakan Tourniquet.
  3. Melakukan perabaan pada lengan untuk memastikan area Vena yang akan ditusuk.
  4. Mendesinfeksi area yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas Alkohol 70%.
  5. Menusukkan Spoit pada area Vena mediana cubiti dengan sudut 45 derajat Celsius.
  6. Setelah darah terlihat pada ujung Spoit, Tourniquet pada lengan dilepas dan menarik ujung atas Spoit untuk mengembil darah sesuai yang dibutuhkan.
    Apabila telah selesai, menarik dengan pelan Spoit keluar dari lengan dengan ujung Spoit diberikan kapas agar darah tidak keluar.
  7. Lalu darah yang telah terambil kemudian diletakkan dihomogenkan dengan Antikoagulan EDTA selama 2 menit.
  8. Lalu memasukkan darah yang telah dicampur Antikoagulan ke dalam Tabung wintrobe menggunakan Spoit sampai tanda batas 0.
  9. Selanjutnya letakkan tabung pada rak tabung secara horizontal. Kemudian diamkan tabung selama 1 jam.
  10. Menghitung skala pada tabung dengan melihat endapan yang terjadi, kemudian mencatat hasil laju endap darah dan dinyatakan dalam mili meter per jam.
Baca:  Neraca Pegas: Pengertian, Fungsi, Bagian, dan Cara Penggunaan Neraca Pegas

Nilai Rujukan Pemeriksaan Hematokrit dan Laju Endap Darah Dengan Metode Wintrobe

Setelah melakukan pemeriksaan Hematokrit atau laju endap darah (LED) maka adapun nilai rujukannya yang menjadi acuan untuk penentuan normal atau tidaknya hasil pemeriksaan laboratorium pasien yaitu:

Nilai Rujukan Pemeriksaan Hematokrit
Nilai Rujukan Pemeriksaan Hematokrit
Nilai Rujukan Pemeriksaan Laju Endap Darah
Nilai Rujukan Pemeriksaan Laju Endap Darah

Cara Pemeliharaan Tabung Wintrobe

Untuk menjaga Tabung wintrobe tetap dalam keadaan yang utuh baik itu sebelum maupun setelah penggunaan, maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memperhatikan proses analitik pemeriksaan Hematokrit.

Dimana peletakan Tabung wintrobe pada sentrifus harus diperhatikan dengan baik posisinya. Hal ini untuk mencegah pecahnya Tabung wintrobe pada saat proses pemusingan, dan pada pemeriksaan laju endap darah Tabung wintrobe harus diperhatikan posisi tegaknya yaitu pada rak tabung.

Hal ini dikarenakan apabila tabung mengalami posisi miring maka dapat mempengaruhi pembacaan nilai laju endap darah pemeriksaan, sehingga hasil yang ditunjukkan bisa saja negative palsu.

Itulah tadi beberapa penjelasan singkat terkait materi Tabung wintrobe, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.