Pipet westergren

Pipet Westergren: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Nilai Normal, dan Cara Pemeliharaan Pada Pipet Westergren

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan terkait sebuah materi berupa salah satu alat atau instrumen yang sering digunakan dalam pemeriksaan penunjang Hematologi.

Pada alat ini sangat membantu kita untuk mendiagnosa adanya inflamasi di dalam darah yang ditunjukkan dengan tingginya laju endap darah pasien. Alat yang akan kami jelaskan adalah Pipet westergren.

Pipet Westergren
Pipet westergren

Untuk mengetahui lebih jauh terkait alat ini maka kami akan menjelaskan beberapa poin pembahasan dengan tujuan untuk menambah pemahaman kita terkait Pipet westergren, adapun poin pembahasannya adalah:

Definisi Pipet Westergren

Ketika pertama kali mendengar nama alat ini atau mempelajari terkait materi ini tentu kita bertanya apa sih Pipet westergren itu? Jadi westergren merupakan alat yang digunakan untuk menghitung laju endap darah atau Erytrocyte sedimentation rate.

International committee for standardization in hematology (ICSH) menyarankan metode yang digunakan untuk pemeriksaan laju endap darah ialah metode Wastergren untuk melihat endapat Sel eritrosit pada sampel darah.

Pada pembahasan ini kita harus memahami bahwa pembentukan laju endap darah melalui 3 fase:

  • Fase rouleaux atau gumpalan yang terjadi dimana Eritrosit membentuk gulungan dengan sedimentasi yang sedikit.
  • Fase sedimentasi atau tindakan cepat.
  • Fase pemadatan yang mana reaksinya jauh lebih lambat dari sebelumnya.

Semakin tinggi endapan maka semakin tinggi pula nilai laju endap darah yang bisa menunjukkan adanya kelainan tertentu pada tubuh berupa penyakit.

Prinsip Kerja Pipet Westergren

Contoh Pipet Westergren
Contoh Pipet westergren

Setelah memahami definisi dari Pipet westergren selanjutnya kita harus memahami terkait bagaimana prinsip penggunaan alat ini.

Baca:  Urinometer: Prinsip Kerja, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, Nilai Normal, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Pada Urinometer

Pada prinsipnya darah EDTA dicampur dengan menggunakan Antikoagulan berupa Na Citrat 3,8% dengan perbandingan 4:1 (darah EDTA 4 bagian dan Antikoagulan 1 bagian).

Kemudian dimasukkan kedalam Pipet westergren dengan menggunakan penghisap berupa Ball filler sampai tanda 0.

Dan membiarkan posisi dari Pipet westergren kegak lurus atau posisi 90 derajat pada Rak tabung westergren dan dibiarkan sampai 1 jam.

Hal yang perlu kita ketahui bahwa pemeriksaan laju endap darah metode Westergren ini merupakan salah satu jenis pemeriksaan darah rutin yang dilakukan untuk menentukan kondisi dari pasien.

Adanya laju endap darah yang meningkat menggambarkan adanya reaksi nonspesifik yang bisa dipengaruhi oleh Infeksi, Inflamasi atau peradangan oleh Mikroorganisme.

Yang mana dalam hal ini menyebabkan adanya peningkatan Protein plasma sehingga Eritrosit cenderung saling menempel, hal inilah yang menyebabkan endapan pada proses pemeriksaan LED.

Jenis Atau Variasi Pipet Westergren

Hal yang perlu kita ketahui dari Pipet westergren yaitu terkait jenis atau variasi alat Pipet westergren. Adapun jenis atau variasi alat Pipet westergren pada umumnya tidak memiliki perbedaan yang menonjol.

Jenis Pipet Westergren
Variasi Pipet Westergren

Pemeriksaan laju endap darah metode manual ini manfaatkan Pipet westergren dan juga rak tabung yang memiliki tinggi yang sama.

Namun dalam hal ini antara Pipet westergren yang satu dengan Pipet westergren yang lainnya bisa saja memiliki perbedaan berdasarkan dari tempat produksi atau merek tertentu dari Pipet westergren tersebut.

Fungsi Pipet Westergren

Pipet westergren berfungsi untuk menilai laju endap darah seseorang, selain itu metode ini adalah metode yang disarankan oleh International committee for standardization of hematology atau disingkat dengan ICSH.

Dengan adanya metode westergren ini bisa menjadi penunjang pemeriksaan yang memudahkan tenaga medis untuk melihat keadaan dari pasien berupa perjalanan penyakit dan cara pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan ketika nilai laju endap darah (LED) yang meningkat menunjukkan bahwa kondisi pasien semakin memburuk.

Baca:  Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, Bagian, Jenis, Cara Penggunaan, Cara Membaca, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Jangka Sorong

Bagian-Bagian Pipet Westergren

Setelah mengetahui fungsi dari Pipet westergren sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari alat ini, adapun bagian-bagian dari pemeriksaan LED metode westergren ini terdiri atas:

  • Rak, untuk menegakkan Pipet westergren.
  • Pipet westergren.
  • Karet untuk menyangga Pipet westergren.

Cara Penggunaan Pipet Westergren

Setelah kita mengetahui terkait definisi, prinsip, fungsi, dan jenis atau variasi, dan bagian-bagian alat. Selanjutnya untuk pemeriksaan LED menggunakan alat ini, beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan yang akan digunakan.
  2. Selanjutnya dengan menggunakan Spoit menghisap Antikoagulan natrium sitrat 3,8% sebanyak 0,4 ml.
  3. Selanjutnya menghisap darah vena dengan Spoit sampai tanda 2.
  4. Lalu menghomogenkan Antikoagulan dengan darah vena sampai Homogen.
  5. Kemudian memindahkan komponen darah yang telah Homogen ke dalam Tabung reaksi.
  6. Kemudian dengan menggunakan karet penghisap yang telah terpasang pada Pipet westergren darah diisap kedalam Pipet westergren secara perlahan sampai tanda garis 0 mm ada Pipet.
  7. Lalu meletakkan Pipet westergren dengan tegak pada Rak westergren dengan membentuk sudut 90 derajat Celsius selama 1 jam.
  8. Setelah selesai maka langkah selanjutnya adalah membaca kondisi leju endap darah (LED) dengan melihat endapan pada Pipet westergren.
  9. Terakhir mencatat nilai LED yang tertera pada Pipet westergren.

Nilai Normal Metode Pipet Westergren

Setelah melakukan tahapan-tahapan pemeriksaan LED dengan menggunakan Pipet westergren, maka adapun nilai normal LED pada Pipet westergren adalah sebagai berikut:

  • Laki-laki sekitar 0-10 mm/jam.
  • Perempuan sekitar 0-15 mm/jam.

Cara Pemeliharaan Pipet Westergren

Untuk menjaga Pipet westergren tetap dalam keadaan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah:

  • Proses pemeliharaan alat ini dapat dilakukan pada saat pra analitik seperti pada saat proses penghisapan darah yang telah bercampur dengan Antikoagulan, tidak disarankan untuk menggunakan mulut untuk menghisapnya. Hal ini dikarenakan bisa membahayakan tenaga medis yang bersangkutan.
    Oleh karena itu karet penghisap bisa menjadi pilihan untuk memasukkan darah yang telah bercampur dengan Antikoagulan ke Pipet westergren.
  • Pada penggunaan karet penghisap pun harus diperhatikan baik-baik pada saat penghisapan, karena kadang kala terdapat tenaga medis yang secara tidak sengaja menghisap darah ke Tabung westergren dengan melewati batas 0 pada alat.
  • Selanjutnya pada saat proses analitik, seorang tenaga kesehatan wajib mengecek erat tidaknya proses penegakan alat westergren pada rak tabung.
    Hal ini untuk mencegah terlepasnya Pipet westergren dari tabung, sehingga bisa menyebabkan pecahnya alat.
  • Dan pada proses post analitik Pipet westergren harus dibersihkan dengan merendam Pipet westergren menggunakan air suling agar darah yang berada pada Pipet bisa keluar seluruhnya.
Baca:  Pipet Ukur: Pengertian, Fungsi, Cara Penggunaan, dan Cara Merawat Pipet Ukur

Itulah tadi beberapa poin penjelasan terkait Pipet westergren baik dari prinsip kerja, jenis, fungsi, bagian, cara penggunaan, nilai normal, dan cara pemeliharaan pada Pipet Westergren, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

sumber: Uda tutor

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.