osmosis

Osmosis: Pengertian, Fungsi, Jenis, Faktor-Faktor, dan Contoh Osmosis Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Osmosis adalah perpindahan molekul melalui membran semipermeabel dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah. Membran permeabel adalah membran yang memungkinkan suatu cairan atau gas tertentu masuk melewatinya.

Sebelum mempelajari lebih dalam tentang Osmosis kalian harus tahu dulu nih istilah yang berkaitan erat dengan peristiwa ini, adapun peristiwa-peristiwanya sebagai berikut:

osmosis

Peristiwa yang Berkaitan Dengan Osmosis

Hipotonik

Hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah atau tekanan osmotik lebih rendah daripada yang lain, sehingga air bergerak masuk ke dalam sel.

Hipertonik

Hipertonik suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi atau tekanan Osmosis lebih tinggi daripada yang lain, sehingga air bergerak keluar sel.

Isotonik

Isotonik adalah suatu larutan yang memiliki zat konsentrasi terlarut yang sama atau tekanan osmotik yang sama dengan larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air.

Fungsi Osmosis

Sebenarnya apa sih fungsi dari fungsi Osmosis? Fungsi Osmosis pada tumbuhan adalah untuk penyerapan air dan mineral dari dalam tanah ke sistem akar.

Sedangkan pada hewan dan manusia fungsi Osmosis adalah untuk keseimbangan air dalam darah dan jaringan disekitarnya.

Jenis-Jenis Osmosis

Osmosis itu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Endositosis

Endositosis adalah peristiwa masuknya air kedalam sel, karena sel berada di lingkungan hipotonik. Hal tersebut pada tumbuhan dapat meningkatkan turgiditas sel sehingga sitoplasma menekan dinding sel dan membran sel.

Baca:  Respirometer: Pengertian, Fungsi, Bagian, Jenis, Prinsip Kerja, Cara Penggunaan, Cara Perawatan, dan Troubleshooting Respirometer

Sedangkan pada sel hewan dapat menyebabkan hemolisis atau pecahnya membran pada eritrosit.

Selain itu itu endositosis pada hewan contohnya pada ikan air tawar. Ikan air tawar mungkin mengalami perubahan konsentrasi ion di dalam air di mana ia hidup.

Sel-sel ikan air tawar kadang-kadang mungkin hipertonik dibandingkan dengan lingkungan eksternalnya, sehingga ikan air tawar dapat mengkompensasi endositosis dengan melakukan osmoregulasi dengan mengeluarkan banyak urin.

Eksosmosis

Eksosmosis adalah proses keluarnya air dari dalam sel karena sel berada di lingkungan yang hipertonik. Salah satu contoh dari eksosmosis adalah plasmolisis, plasmolisis dapat terjadi karena sel-sel pada tumbuhan kehilangan air dan tekanan turgor.

Kondisi ini dapat menyebabkan tumbuhan itu menjadi layu sedangkan pada hewan dapat menyebabkan peristiwa yang disebut dengan krenasi.

Krenasi adalah peristiwa rusaknya atau mengerutnya suatu sel karena dimasukkan dalam suatu larutan yang hipertonis.

Sedangkan peristiwa eksosmosis pada ikan air asin dapat mengalami perubahan konsentrasi ion dalam air dimana ia tinggal.

Sel-sel ikan air asin mungkin merupakan sel-sel yang hipotonik dibandingkan dengan lingkungan eksternalnya, ini berarti ikan harus melakukan osmoregulasi dengan mengeluarkan urin yang pekat dan sedikit.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Osmosis

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju Osmosis, yaitu:

Suhu

Semakin tinggi suhu, gerakan molekul air melalui membran menjadi lebih cepat.

Tekanan

Jika tekanan di satu sisi membran lebih tinggi daripada tekanan di sisi lainnya, dapat mempengaruhi laju Osmosis.

Ukuran Molekul

Molekul yang lebih kecil, seperti molekul air, dapat lebih mudah melalui membran daripada molekul yang lebih besar.

Gradien Konsentrasi

Semakin besar perbedaan konsentrasi antara kedua sisi membran, laju Osmosis akan lebih cepat.

Baca:  Alat Sampling Darah: Prinsip, Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, dan Cara Pemeliharaan Alat Sampling Darah

Permeabilitas Membran

Jika membran lebih permeabel terhadap molekul tertentu, laju Osmosis akan lebih cepat untuk molekul tersebut.

Luas Permukaan

Semakin besar luas permukaan membran, laju Osmosis akan lebih cepat.

Elektrolit

Keberadaan elektrolit dalam larutan dapat mempengaruhi laju Osmosis dengan mengganggu gerakan molekul air melalui membran.

Contoh Osmosis Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut ini contoh Osmosis dalam kehidupan sehari-hari seperti:

1. Pembuatan Roti

Proses pembuatan roti juga menggunakan Osmosis. Ketika adonan roti dibentuk, glukosa dan garam dari tepung terdorong keluar ke dalam air. Hal ini menyebabkan air dari air terdorong masuk ke dalam tepung, sehingga tepung menjadi lembab dan mudah dibentuk.

2. Pembuatan Kopi

Proses pembuatan kopi juga menggunakan Osmosis. Ketika biji kopi dicampur dengan air panas, molekul air terdorong masuk ke dalam biji kopi melalui membran sel, sehingga mengambil rasa dan warna dari biji kopi.

3. Penggunaan Pil Sebagai Obat

Pil-pil obat dapat bekerja dengan cara Osmosis. Ketika pil obat ditelan, molekul obat terdorong keluar dari pil menuju darah melalui membran usus. Kemudian, molekul obat tersebut dibawa ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

4. Pengeringan Buah-Buahan

Proses pengeringan buah-buahan juga menggunakan Osmosis. ketika buah dibiarkan terbuka di udara, air dari buah terdorong keluar melalui kulit buah dan terbawa ke udara. Hal ini menyebabkan konsentrasi air di dalam buah menurun dan buah menjadi kering.

Itulah tadi penjelasan terkait Osmosis, baik itu pengertian, fungsi, jenis, faktor-faktor, dan contoh Osmosis dalam kehidupan sehari-hari, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

sumber:

youtube.com/watch?v=ipaYvT9V9jE

youtube.com/watch?v=HqPplCIV4Go&t=153s

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.