Jangka sorong

Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, Bagian, Jenis, Cara Penggunaan, Cara Membaca, Cara Kalibrasi, dan Cara Pemeliharaan Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang terbuat dari besi seperti penggaris yang ditemukan oleh Pierre Vernier seorang matematikawan untuk mengukur dimensi, ketebalan, maupun panjang benda secara akurat.

Nama lain dari alat ukur ini disebut sebagai Vernier caliper atau Sigmat yang mempunyai ketelitian sangat akurat bahkan tingkat ketelitian Jangka sorong ini hingga mencapai 0,1 mm atau 0,01 cm.

Meski kelebihan Jangka sorong begitu banyak namun, alat ukur Jangka sorong ini hanya bisa mengukur benda tidak lebih dari 20 cm saja. Mengingat, panjang Jangka sorong biasanya sangat terbatas. Namun, Jangka sorong lebih akurat atau memiliki akurasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan penggaris biasa.

Jangka sorong
Jangka sorong

Fungsi Jangka Sorong

Secara umum fungsi Jangka sorong yaitu mengukur ketebalan, mengukur panjang atau diameter luar, mengukur diameter dalam, dan mengukur kedalaman dari suatu benda dengan memiliki skala tertentu yang biasa digunakan dalam industri teknik, otomotif, farmasi, dan lain sebagainya.

Kemampuan mengukur benda yang ukurannya kecilpun dapat di ukur dengan tepat, karena skala terkecil Jangka sorong ini memiliki skala hingga 0,01 cm atau 0,1 mm, dengan kelebihan itulah Jangka sorong banyak digunakan pada beberapa industri.

Adapun contoh penggunaan Jangka sorong dalam industri antara lain:

Industri Teknik

Dalam industri teknik, Jangka sorong menjadi salah satu alat ukur yang paling umum digunakan. Penggunaan Jangka sorong dalam industri teknik meliputi pengukuran dimensi komponen, pengukuran ketebalan material, dan pengukuran toleransi dalam proses manufaktur.

Keakuratan Jangka sorong membuatnya menjadi alat yang sangat penting dalam memastikan kualitas dan kecocokan komponen dalam proses produksi.

Industri Otomotif

Dalam industri otomotif, Jangka sorong digunakan dalam berbagai aplikasi. Misalnya, Jangka sorong dapat dipakai untuk mengukur ketebalan material body mobil, ukuran komponen mesin, atau toleransi dalam proses perakitan.

Keakuratan Jangka sorong memiliki peran penting dalam memastikan keamanan, kualitas, dan kinerja kendaraan.

Industri Farmasi

Dalam industri farmasi, Jangka sorong lebih dipakai untuk mengukur dimensi tablet, kapsul, atau komponen lainnya yang berkaitan dengan produksi obat.

Keakuratan yang tinggi dari Jangka sorong memungkinkan produsen obat untuk memastikan dosis yang tepat dan konsistensi produk mereka.

Contoh Penggunaan Jangka Sorong Dalam Industri Lainnya

Selain industri di atas, Jangka sorong juga digunakan dalam industri seperti manufaktur presisi, industri perhiasan, industri perkapalan, dan masih banyak lainnya.

Dalam manufaktur presisi, penggunaan Jangka sorong untuk mengukur komponen-komponen kecil atau ukuran benda yang membutuhkan ketelitian tinggi. Di industri perhiasan, Jangka sorong berfungsi mengukur ukuran cincin, gelang, atau liontin dengan akurasi yang tinggi.

Baca:  Buret: Pengertian, Fungsi, Bagian, Cara Penggunaan, dan Cara Perawatan Buret

Sedangkan di industri perkapalan, Jangka sorong digunakan untuk mengukur ketebalan material kapal dan komponen struktural lainnya.

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Setelah mengetahui definisi dari Jangka sorong sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian dari alat ini, adapun bagian-bagian dari Jangka sorong terdiri atas:

Rahang Bawah

rahang bawah jangka sorong
rahang bawah jangka sorong

Bagian pertama yang ada di Jangka sorong yaitu rahang bawah. Rahang bawah ini terdiri dari dua bagian yakni rahang geser dan rahang tetap. Rahang bawah berfungsi untuk mengukur diameter luar, sisi luar, ketebalan luar, dan lebar luar suatu benda.

Rahang Atas

rahang atas jangka sorong
rahang atas jangka sorong

Rahang atas memiliki dua bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Rahang atas berfungsi untuk mengukur sisi diameter dalam, sisi dalam, ketebalan dalam, dan lebar dalam dari sebuah benda.

Depth Probe atau Batang Kedalaman

depth probe jangka sorong
depth probe jangka sorong

Depth probe atau batang kedalaman (tangkai ukur) yang fungsinya adalah untuk mengukur kedalaman lubang dari sebuah benda yang sulit dijangkau oleh alat ukur lain. Selain itu, bagian ini juga bisa digunakan untuk mengukur ketinggian sebuah benda.

Skala Utama dan Skala Nonius

skala utama jangka sorong
skala utama jangka sorong

Kedua skala ini merupakan bagian paling penting. Dimana untuk skala utama ada dua bagian yaitu skala inch di bagian atas dan yang kedua adalah satuan milimeter yang posisinya di bagian bawah.

Umumnya panjang skala utama 15 cm sampai 17 cm. Skala utama berfungsi untuk menyatakan ukuran utama, biasanya dinyatakan dalam centimeter atau inch.

skala nonius jangka sorong
skala nonius jangka sorong

Kemudian skala nonius atau vernier, berfungsi untuk menambahkan tingkat akurasi ekstra pada pengukuran. Biasanya dinyatakan dalam ukuran milimeter atau inch.

Kedua skala ini penting untuk menentukan nilai benda yang akan diukur. Pastikan kedua skala ini sejajar ketika digunakan agar saat digunakan untuk mengukur benda lebih akurat.

Lock Screw atau Baut Pengunci

baut jangka sorong
baut jangka sorong

Lock screw atau baut pengunci (sekrup pengunci) ini difungsikan untuk mengunci atau menahan rahang pada tempatnya agar objek bisa ditahan atau tidak terlepat dan skala tidak bergeser saat akan mengukur. Sehingga kita bisa membaca hasil ukurannya tanpa mengakibatkan Jangka sorong ini bergeser dengan begitu kita bisa mendapatkan nilai yang akurat.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jangka sorong terdapat beberapa jenis, adapun jenis-jenis Jangka sorong antara lain:

Jangka Sorong Standar

Jenis Jangka sorong ini adalah yang paling umum digunakan. Jangka sorong analog atau manual ini memiliki skala utama dan skala vernier yang memungkinkan pengukuran dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital (digital caliper) dilengkapi dengan layar digital (LCD) yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung. Kelebihannya adalah kemudahan dalam membaca hasil pengukuran dan adanya fitur tambahan seperti pengubahan satuan dan penyimpanan data.

Selain itu kelebihan dari Jangka sorong digital yaitu satuan pengukuran dapat diganti dengan mudah, misal dari milimeter ke inci cukup dengan menekan tombol.

Baca:  Tabung Reaksi: Pengertian, Fungsi, Ukuran, Cara Penggunaan, dan Cara Membersihkan Tabung Reaksi

Jangka Sorong Dial

Jangka sorong dial (Jangka sorong arloji) menggunakan jarum penunjuk untuk membaca hasil pengukuran. Meskipun tidak seakurat Jangka sorong standar atau digital, Jangka sorong ini masih digunakan dalam beberapa aplikasi.

Cara Penggunaan Jangka Sorong

Setelah kita pastikan bahwa alat ini sudah bisa digunakan selanjutnya kita melakukan pengukuran. Untuk kali ini kita bisa melakukan pengukuran Jangka sorong pada salah satu benda kerja apapun.

Sebelum melakukan pengukuran, yang harus dilakukan adalah kita membersihkan bidang yang akan diukur terlebih dahulu dari kotoran yang ada. Apabila sudah benar-benar bersih, maka kita lakukan proses pengukuran dengan Jangka sorong ini.

Kita pasang rahang benar-benar pada posisi tengah dari bidang atau benda yang diukur untuk mendapatkan nilai dari diameter terluar benda. Namun, untuk proses pemasangan jangan sampai meletakkannya pada bagian ujung karena belum tentu kita mendapatkan nilai dari diameter luar benda tersebut dengan akurat.

Jadi harus kita pasang pada bagian tengah, kemudian setelah terpasang kita kunci pada Lock screw atau baut pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi. Setelah itu baru bisa kita lakukan proses pembacaan nilai pengukuran.

Nah, untuk proses pembacaan sendiri lebih baik kita tetap pada posisi Jangka sorong menjepit agar benda kerja maupun vernier ini tidak terjadi kerusakan. Namun apabila kita kesulitan dalam proses pembacaan karena posisi benda kerja yang tidak memungkinkan bisa kita tarik secara perlahan ke bagian atas untuk proses pembacaan pada posisi yang nyaman.

Selanjutnya, kita bisa fokus pada skala yang ada di Jangka sorong, hasilnya dalam bentuk pecahan desimal jadi ada bilangan asli dan bilangan koma. Untuk skala yang biasa digunakan di Indonesia sebagian besar menggunakan satuan milimeter.

Sementara itu, angka yang berada di belakang koma kita fokusnya adalah pada strip di skala utama yang sudah dilalui strip 0 pada Skala Vernier. Sehingga kita fokus di strip ini dulu kemudian kita lihat strip mana yang sudah dilalui oleh nol pada skala utama.

Penggunaan Jangka Sorong Secara Singkat:

  1. Pastikan Jangka sorong dalam kondisi bersih dan bebas dari debu atau kotoran yang dapat memengaruhi pengukuran.
  2. Buka Jangka sorong dengan memutar roda pengunci atau menggeser pengunci geser.
  3. Letakkan benda yang akan diukur di antara dua rahang Jangka sorong pada bidang datar.
  4. Rapatkan rahang Jangka sorong (benar-benar rapat) dengan memutar roda pengunci atau menggeser pengunci geser hingga rahang-rahang tersebut menekan benda secara ringan.
  5. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala vernier (nonius).
  6. Catat hasil ukuran dengan memperhatikan satuan yang digunakan.

Cara Membaca Jangka Sorong

Dikutip dari studiobelajar.com, berikut ini dua cara membaca Jangka sorong dengan mudah:

cara membaca jangka sorong

1. Membaca Skala Utama

Berdasarkan gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm (garis merah) merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala vernier (nonius) persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terwujud dalam 21 mm atau 2,1 cm.

Baca:  Pipet Volume: Pengertian, Fungsi, Cara Penggunaan, dan Cara kalibrasi Pipet Volume

2. Membaca Skala Vernier (Nonius)

Berdasarkan gambar diatas, terdapat satu garis skala utama yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier (nonius). Dari gambar di atas, garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.

Untuk hasi pengukuran akhir, cukup tambahkan kedua nilah pengukuran diatas. Dengan demikian,, hasil pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm.

Cara Kalibrasi Jangka Sorong

Sebelum melakukan proses pengukuran pada benda, kerja pertama yang harus dilakukan yakni pengkalibrasian Jangka sorong. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang didapatkan nanti nilainya adalah benar-benar nilai yang presisi.

Nah, untuk proses pengkalibrasian kita harus membersihkan bagian rahangnya, bagian yang mencekam, ini harus dibersihkan dari partikel-partikel yang ada karena sekecil apapun partikel ini kalau dia menempel pada benda kerja akan mampu mengurangi kepresisian pengukuran.

Setelah benar-benar bersih kita tempelkan rahang geser dengan rahang tetap. Apabila sudah menempel, ini kita lihat bagian dari angka 0 atau strip angka nol yang ada pada skala utama dan skala vernier.

Dia harus benar-benar sejajar, garis lurus. Apabila ini sudah garis lurus, maka dapat dipastikan bahwa alat ini sudah siap untuk digunakan.

Cara Perawatan Jangka Sorong

Untuk perawatan Jangka sorong ini setidaknya kita perlu menyemprotnya dengan penghilang karat karena ketika digunakan atau dikeluarkan besinya akan teroksidasi biasanya akan muncul karat. Apalagi jika Jangka sorong terkena air, maka akan lebih cepat berkarat. Oleh karena itu, biasanya kita semprot dengan penghilang karat.

Jangan lupa, setiap 2 bulan sekali harus kita semprot lagi penghilang karat pada bagian belakang. Mengingat ketika Jangka sorong ini berkarat maka akan mempersulit kita untuk menggeser rahang bawah atau di bagian dekat penguncinya di bagian sehingga pengukuran menjadi tidak akurat.

Selain itu, untuk penyimpanan Jangka sorong harus dalam keadaan terbuka tidak boleh dikunci, kemudian tidak boleh rapat sekali. Jadi harus ada spek atau jarak fisik yang akan memudahkan kita misalkan alat ini tidak digunakan dalam waktu yang lama.

Itulah penjelasan tentang alat ukur Jangka sorong baik itu pengertian Jangka sorong, fungsi, bagian, jenis, cara kalibrasi, cara penggunaan, cara membaca, dan cara pemeliharaan pada Jangka sorong.

Semoga info ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda sedang membutuhkan furniture Laboratorium, kami dari Lemariasam.id siap membantu Anda mewujudkannya.

sumber: AYA Quez dan sumber gambar: channel youtube Anak Teknik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.